5 Kunci Penting Dalam Ruqyah mandiri atau pasien

Untuk menjadi seorang praktisi ruqyah, baik itu ruqyah mandiri atau pasien, ada 5 Kunci penting yang harus di perhatikan, agar ruqyah kita bisa berhasil dengan izin Allah, apa saja kuncinya?

Pertama

Anda harus yakin kepada Allah swt melalui bacaan ruqyah dengan ayat Al Qur’an Allah akan menghilangkan Sihir, Jin maupun Ain dari diri sendiri atau pun pasien, sebelum meruqyah, kita harus yakin dengan yakin yang sebenar-benarnya bahwa bacaan ruqyah yaitu ayat Al Qur’an bisa membatalkan sihir, sebagaimana kisah masyhur ketika Rasululloh Sholallohhu alaihi wasallam di sihir, lalu Allah mengutus 2 malaikat untuk membacakan ruqyah kepada belaiu berupa al mu’awidzatain, yaitu surat Al Falaq dan An Nas.
Anda Harus yakin bahwa jin itu mengerti Al Qur’an sebagaimana Allah jelaskan dalam surat Al JIn dan Al Ahqof, anda harus yakin bahwa Al Qur’an membakar dan membahayakan jin kafir dan fasik

Kedua

Niat dan berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh di dalam hati ketika hendakan membacakan Al Qur’an kepada pasien ataupu diri sendiri ketika ruqyah mandiri, ini yang membedakan antara tilawah dan Ruqyah, keduanya sama-sama membaca Al Qur’an tapi fungsinya berbeda tergantung kepada niatnya, baik itu untuk ruqyah diri sendiri ataupun meruqyah pasien.

Peganglah niat tersebut seperti anda memegang sebuah senjata, jangan meruqyah dalam keadaan hati yang lalai karena Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. sama halnya seperti anda mengayunkan sebuah senjata, maka peganglah senjata tersebut dengan kuat, karena jika anda sampai lalai maka anda seperti berperang tidak memegang senjata karena senjatanya sudah terjatuh akibat kita lalai.

Untuk membuat kita khusyuk, maka pahamilah arti dari ayat-ayat yang kita baca untuk meruqyah, sehingga ketika faham artinya, maka itu akan meningkatkan ke khusyukan kita.

Tiga

Repetisi (Pengulangan ayat), pengulangan ayat ruqyah yang di baca akan memberikan pengaruh yang jauh lebih besar, sama halnya seperti kita memukul musuh ketika sedang berperang, ketika musuh yang kita lawan adalah musuh yang kecil, maka dengan sedikit pukulan maka musuh itu akan kalah, tetapi jika musuh itu besar dan kuat, maka pukulan sekali msih belum mampu untuk mengalahkan musuh itu, perlu banyak pukulan yang harus kita lakukan.

Selain itu fungsi repetisi (pengulangan) adalah untuk menghadirkan hati kita dalam membaca ayat Al qur’an untuk meruqyah, karena bisa jadi pada bacaan yang pertama kita lalai dan hati kita belum hadir, maka dengan bacaan yang kedua dan seterusnya kita berharap hati kita bisa hadir dan kita fokus untuk meruqyah

Keempat

Anda harus menghafal ayat-ayat ruqyah, doa yang akan anda gunakan untuk meruqyah, karena meruqyah tidak cukup hanya modal semangat yang menggebu-gebu saja, perlu adanya persiapan yang matang, mental yang kuat, dan keberanian. akan tetapi ketika anda belum hafal bukan berarti anda tidak boleh untuk meruqyah, hanya saja ketika kita meruqyah dan bacaan kita masih terbata-bata, itu menjatuhkan mental kita di depan pasien/jin, sehingga membuat kita tidak yakin kepada Allah.

Kelima

Beristi’adzah (memohon perlindungan) ketika hendak meruqyah pasien, hal ini sangat penting terutama ketika anda hendak meruqyah pasien yang terkena sihir, saat anda datang ke rumah pasien mungkin jin-jin yang di kirim sudah di pasang/sebar di pintu pagar, halaman rumah, pintu masuk dll, oleh karena itu ketika kita datang ke rumah pasien, anda harus berlindung kepada Allah, bisa dengan mengucap ta’awud atau doa,

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *