Birrul Walidaini Amalan yang Utama

Birrul Walidaini Amalan yang Utama

ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนู†ู‡ ุญูŠู† ุณุฃู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ :
ุฃูŠู‘ู ุงู„ุนูŽู…ูŽู„ู ุฃุญูŽุจู‘ู ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸ ู‚ุงู„ูŽ: ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู ุนู„ูŽู‰ ูˆู‚ู’ุชูู‡ุงุŒ ู‚ุงู„ูŽ: ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŠู‘ูŒุŸ ู‚ุงู„ูŽ: ุซูู…ู‘ูŽ ุจุฑู‘ู ุงู„ูˆุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ู‚ุงู„ูŽ: ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŠู‘ูŒุŸ ู‚ุงู„ูŽ: ุงู„ุฌูู‡ุงุฏู ููŠ ุณูŽุจูŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ุงู„ูŽ: ุญุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŠ ุจู‡ูู†ู‘ูŽุŒ ูˆู„ูŽูˆู ุงุณู’ุชูŽุฒูŽุฏู’ุชูู‡ู ู„ูŽุฒุงุฏูŽู†ููŠ

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu tatkala bertanya kepada Rasulullah shallallahu alahi wasallam :
โ€œAmal apa yang paling dicintai Allah โ€˜Azza Wa Jalla?โ€. Nabi bersabda: โ€œShalat pada waktunyaโ€. Ibnu Masโ€™ud bertanya lagi: โ€œLalu apa lagi?โ€.Nabi menjawab: โ€œLalu birrul walidainโ€. Ibnu Masโ€™ud bertanya lagi: โ€œLalu apa lagi?โ€. Nabi menjawab: โ€œJihad fi sabilillahโ€. Demikian yang beliau katakan, andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi (HR. Bukhari dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Dengan demikian kita ketahui bahwa dalam Islam, birrul walidain bukan sekedar anjuran, namun perintah dari Allah dan Rasul-Nya, sehingga wajib hukumnya. Sebagaimana kaidah ushul fiqh, bahwa hukum asal dari perintah adalah wajib.
2- Kedudukan berbakti kepada orang tua dalam agama kita yang mulia ini, memiliki kedudukan yang tinggi. Sehingga berbakti kepada orang tua bukanlah sekedar balas jasa, bukan pula sekedar kepantasan dan kesopanan.
3- Lebih utama dari jihad fi sabililah
Sebagaimana hadits Abdullah bin Masโ€™ud yang telah disebutkan. Juga hadits tentang seorang lelaki yang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, beliau bersabda:

ุฃุญูŽูŠู‘ูŒ ูˆุงู„ูุฏูŽุงูƒูŽุŸุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽูููŠู‡ูู…ุง ููŽุฌูŽุงู‡ูุฏู’

โ€œApakah orang tuamu masih hidup?โ€. Lelaki tadi menjawab: โ€œIyaโ€. Nabi bersabda: โ€œKalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada merekaโ€ (HR. Bukhari dan Muslim).
4- Namun para ulama memberi catatan, ini berlaku bagi jihad yang hukumnya fardhu kifayah. Demikian juga birrul walidain lebih utama dari semua amalan yang keutamaannya di bawah jihad fi sabiilillah. Birrul walidain juga lebih utama dari thalabul ilmi selama bukan menuntut ilmu yang wajib โ€˜ain, birrul walidain juga lebih utama dari safar selama bukan safar yang wajib seperti pergi haji yang wajib. Adapun safar dalam rangka mencari pendapatan maka tentu lebih utama birrul walidain dibandingkan safar yang demikian.
5- Surga memiliki beberapa pintu, dan salah satunya adalah pintu birrul walidain. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุงู„ูˆุงู„ูุฏู ุฃูˆุณุทู ุฃุจูˆุงุจู ุงู„ุฌู†ู‘ูŽุฉูุŒ ูุฅู†ู‘ูŽ ุดุฆุชูŽ ูุฃุถูุน ุฐู„ูƒ ุงู„ุจุงุจูŽ ุฃูˆ ุงุญููŽุธู’ู‡

โ€œKedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalianโ€ (HR. Tirmidzi, ia berkata: โ€œhadits ini shahihโ€, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.914).
6- Bisa mendapati kedua orang tua kita dalam keadaan hidup sampai mereka tua adalah sebuah kenikmatan besar. Semoga kita tidak menjadi orang -orang yang menyiakan kedua orang tua.

Tema Hadist yang berkaitan dengan al-qur’an :

1- Berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan sekedar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun yang utama adalah dalam rangka menaati perintah Allah Taโ€™ala dan Rasul-Nya shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽุจูุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง

โ€œSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuaโ€ (QS. An Nisa: 36).

2- Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua hukumnya wajib setelah adanya perentah mentauhidkan Allah Subhanahu wata’ala. Karena jika ditinggalkan Allah mengancam pelakunya dengan ancaman yang keras, yaitu dimasukan ke neraka yang lebih dalam lagi.

ูˆูŽู‚ูŽุถูŽู‰ูฐ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง

โ€œDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknyaโ€ (QS. Al Isra: 23).Lr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.