Hukum Meminta diruqyah

11 / 100

Apakah Hukumnya Meminta diruqyah, Minta dirukyah tidak menghalangi seseorang untuk masuk surga tanpa hisab.

Awalnya ana bingung ketika mendapati pernyataan seseorang bahwa orang yang meminta ruqyah adalah orang yang tidak termasuk ke dalam 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab. Haditsnya jelas dengan lafadz لا يسترقون (tidak meminta ruqyah).

Seiring berjalannya waktu, ana pun mendapat jawaban dari pernyataan itu bahwa maksudnya adalah tidak meminta ruqyah syirkiyah (ruqyah yang mengandung unsur kesyirikan). Adapun ruqyah syariyah diperbolehkan. Karena Nabi ﷺ bersabda dalam hadits lain:

لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك

“Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak ada unsur kesyirikan di dalamnya.”

Begitu kesimpulan singkat jawaban yang ana dapatkan.

Kali ini, ketika ana baca buku bughyatul mustafidz syarh kitabut tauhid pada bagian-bagian awal, ada pembahasan terkait hadits itu dan di situ dijelaskan oleh duktur mansur shaq’ub dengan penjelasan yang ringan dipahami.

Setelah beliau menjelaskan bagian sebelumnya, lantas beliau mengajukan pertanyaan yang nantinya beliau jawab sendiri.

“Jika demikian, apakah rukyah dilarang ?, apakah pelakunya tidak bisa masuk ke dalam golongan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab ?”, demikian tulis beliau dalam bukunya.

Beliau menjawab dengan dua point;
1. Jika rukyah tanpa diminta, maka itu boleh. Karena Nabi ﷺ pernah dirukyah malaikat jibril tanpa beliau minta dan itu tidak mengurangi kesempurnaan tawakkal beliau ﷺ kepada Allah ﷻ
2. Jika rukyah diminta, maka itu pun boleh. Dan dia tetap masih punya kesempatan untuk masuk ke dalam 70.000 golongan orang yang masuk surga tanpa hisab.

Dalam point yang ke dua ini hanya berefek kepada pengurangan kesempurnaan tawakkal. Karena biasanya hati orang yang dirukyah itu akan bergantung pada rukyah, padahal rukyah sandiri merupakan wasilah. Tentu yang begini bisa mengurangi kesempurnaan tawakkal kepada Allah ﷻ

Adapun jika hati orang yang dirukyah tidak bergantung pada rukyah yang hanya sekedar wasilah, dan tawakkalnya masih sampurna kepada Allah ﷻ semata, maka ia tidak keluar dari golongan 70.000 orang yang kelak masuk surga tanpa hisab. Hal itu diperkuat dengan lanjutan lafadz hadits Nabi ﷺ itu yang berbunyi وعلى ربهم يتوكلون (dan kepada Robbnya ia tetap berserah diri).”

Kesimpulan dari jawaban ana jika ada orang yang minta dirukyah tapi khawatir tidak bisa masuk ke dalam 70.000 golongan orang yang masuk surga, atau jika ada orang yang minta dirukyah tapi ditakut-takuti dengan dalil tidak bisa masuk ke dalam golongan itu, maka ana katakan; “Maksud لا يسترقون (tidak meminta dirukyah) disitu adalah;
1. Bukan rukyah syirkiyah
2. Sadar bahwa rukyah hanyalah wasilah dan,
3. Kesempurnaan tawakkal kepada Allah tidaklah berkurang.
Jadi tidak mengapa minta dirukyah.”

Allahu a’lam.
Semoga kita tergolong ke dalam 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab, amin. 🤲🏻

One thought on “Hukum Meminta diruqyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *