Jangan Sia-Siakan Istri Kalian

https://aimihijrah.blogspot.com

๐‹๐€๐Š๐ˆ-๐‹๐€๐Š๐ˆ ๐ƒ๐„๐๐†๐€๐ ๐’๐€๐“๐” ๐Š๐€๐Š๐ˆ

๐‘‚๐‘™๐‘’โ„Ž: ๐‘Š๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘‘โ„Ž๐‘Ž๐‘›๐‘–๐‘™๐‘–๐‘Ž

_________

“Pak, nasi goreng satu. Gak pedes ya…” pintaku pada seorang penjual nasi goreng pinggir jalan dekat kantorku.

“Sendirian aja, Mas?” tanya bapak penjual nasi goreng sembari meracik bahannya.

“Iya, Pak. Pulang lembur.”

Si bapak tidak menyahut lagi. Ia dengan lincah memasak nasi goreng. Sesekali menebas-tebas wajan dengan penggorengnya, menimbulkan suara gaduh khas penjual nasi goreng.

Terlihat semburat lelah di ujung kelopak matanya. Sekarang memang sudah terlalu larut, bahkan hampir lewat pagi.

Bapak penjual nasi goreng menyajikan di mejaku.

“Bapak belum pulang? Ini bahkan sudah hampir pagi,” tanyaku ragu tapi penasaran.

“Belum, Mas. Akhir-akhir ini dagangan sepi. Saya malu kalau pulang tidak membawa uang untuk anak-anak saya.” Bapak mengambil kursi dan duduk di depanku. Aku menyuap sendok demi sendok nasi gorengnya, enak dan harum.

“Istri Bapak tidak menemani berdagang?” Lanjutku memecah keheningan. Dan tampaknya aku memang membutuhkan teman mengobrol setelah penat seharian di kantor dan pertengkaran tadi pagi di rumah dengan istriku.

“Istri saya sudah meninggal dua tahun yang lalu, Mas. Sakit.” Jawabnya lesu. Dan aku pun merasa bersalah. Kuurungkan dan tidak melanjutkan obrolan.

“Istri saya itu sangat setia sama saya, Mas. Bertahun-tahun mengabdi tak pernah mengeluh sedikit pun. Saya hanya tahu ia bahagia. Bahkan ia sakit pun saya tidak tahu. Tahu-tahu sudah parah. Dan itu sangat menyakitkan.”

“Maaf, istri Bapak sakit apa?” Aku mulai menyimak ceritanya. Kelihatannya si bapak lebih membutuhkan teman mengobrol dibanding aku.

“๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ป๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ, Mas.” Jawab si bapak berkaca-kaca. Kacamatanya mulai mengembun. Bukan karena angin malam yang menusuk, tapi karena bias dari setetes demi setetes butir air mata yang mulai membasahi pipinya.

“Alzheimer, Pak?”

“Iya, Mas. Saya tidak tahu ketika tanda-tanda alzheimer ada pada istri saya. Saya hanya tahu kalau istri saya mulai pikun. Pada saat itu usianya 34 tahun, masih muda. Saya dulu itu direktur sebuah perusahaan provider. Sering dinas luar kota bahkan luar negeri. Saya sering meninggalkan istri dan dua anak saya. Maka dari itu saya tidak tahu kalau istri saya sakit. Istri saya pun merahasiakannya dari saya dan anak-anak.” Cerita bapak sendu dengan sesekali mengusap air matanya. Terlihat begitu dalam cinta si bapak kepada mendiang istrinya.

“Hingga pada suatu hari, istri saya terbaring dengan mata terbuka. Ia diam tanpa ekspresi apa pun. Bahkan ia tidak menyadari bahwa ia buang air kecil di celana. Saya membawanya ke dokter, dan kebetulan dokter yang sudah memeriksa istri saya beberapa waktu silam. Seperti tersambar petir Mas, saat saya mendengar penyakit yang diidap istri saya. Sejak saat itu saya memutuskan untuk resign dan merawat istri saya yang sudah tidak berdaya sekaligus dua buah hati kami yang masih kecil-kecil…” Si Bapak menghela nafas, kemudian matanya tertuju memandang langit malam yang mendung tak berbintang.

“Mas tahu tidak hal yang paling menyakitkan hati saya?”

Aku pun menggelengkan kepala.

“Hal yang paling menyakitkan hati saya adalah saat istri saya melupakan saya. Dia tidak ingat siapa saya. Tidak ingat pernikahan kami, dan tidak ingat hal-hal indah yang pernah kami lalui bersama…” Suara bapak mulai terdengar tak beraturan karena tergugu.

“Ia tak ingat bahwa saya suaminya, namun ia ingat dua anak kami. Sangat ingat, bahkan tanggal lahir mereka dan nama mereka…” Suaranya tercekat diantara tangis yang berderai tak tertahan.

Aku ambilkan segelas air putih yang disiapkan si bapak untuk para pelanggannya, dan meletakkan kursiku disamping si bapak. Menepuk pelan punggungnya.

“Mas punya istri?” Tanyanya mengagetkanku.

“Alhamdulillah sudah, Pak”

“Temani ia, Mas. Sesibuk apapun Mas dengan urusan lain, utamakan istri dan keluarga Mas. Saya dulu terlalu sibuk dengan pekerjaan saya. Hampir setiap minggu saya dinas luar. Bahkan bisa terhitung dengan jari keberadaan saya di rumah. Kata dokter, itulah penyebab mengapa istri saya tidak bisa mengingat saya tapi bisa mengingat anak-anak kami. Memorinya merekam hanya pada hal dan kebiasaan yang berulang-ulang setiap harinya. Saya tak pernah ada disampingnya, memorinya terhapus oleh penyakitnya. Saya menyesal, Mas…”

Aku tertunduk malu, mengingat memang tadi pagi aku dan istri bertengkar perihal masalah yang sama persis dengan yang bapak katakan. Istriku menuntut waktuku untuknya yang sudah lama terenggut oleh kesibukanku di luar. Bahkan jika di rumah, aku terlalu sibuk dengan gawaiku dan tidak mengindahkan istriku.

“Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, Mas. Membersamai orang yang kita cintai namun ia tak mengingat satu pun memori tentang kita. Itu justru lebih menyakitkan dari pada kehilangan ia saat meninggal. Harta saya habis tak apa, tapi saya tidak akan pernah berhenti mencintainya meski ia sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Ia menghabiskan hidupnya untuk mengabdi, berbakti, dan mencintai saya. Sementara sisa hidup saya, saya habiskan untuk mencintai keberadaannya.”

Aku menghela nafas. Tiba-tiba pikiranku tertuju pada istriku dengan tidak-tidak. Aku tak pernah tahu istriku semenderita ini. Ada ragaku, tapi tidak hatiku saat bersamanya. Padahal ia yang kupilih untuk mengawali ini semua. Mendampingiku berjuang mulai dari bawah. Dan ketika aku sudah ada pada posisi yang aku inginkan, aku korbankan pengorbanannya.

“Mas, laki-laki yang kehilangan istrinya itu bagai seseorang dengan satu kaki, pincang. Sekuat apapun mereka, tak akan lebih kuat ketika masih bersama pasangan mereka.”

Air mataku luluh. Dengan bergegas aku membayar dengan selembaran berwarna merah. Tak kupedulikan kembaliannya. Aku hanya ingin pulang menemui Mina, istriku. Aku ingin memeluknya. Dan aku tidak ingin menjadi laki-laki dengan satu kaki yang diliputi banyak penyesalan.

.

.

๐˜—๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข, 15 ๐˜ˆ๐˜จ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ด 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.