Kesaksian Gulbahar Jalilova : Kami dipaksa minum pil misterius

Gulbahar Jalilova adalah alumni camp konsentrasi muslim Uyghur di Xinjiang. Ia merasa terdorong untuk berbicara mewakili perempuan muda yang saat ini ditahan. Ia dibebaskan setelah keluarganya melakukan lobi. Ia mengaku tidak bisa makan dengan enak ketika memikirkan nasib orang-orang di kamp.

Gulbahar menguraikan bagaimana para wanita dipaksa minum obat-obat yang tidak diketahui dan disuntik untuk diambil sampel darahnya. Jika tahanan bertanya tentang obat apa itu? Mereka akan menghukum karena mengajukan pertanyaan. Perempuan di sana juga tidak mengalami menstruasi bulanan karena diberi obat khusus yang menghentikan menstruasi. “Tujuan total dari kamp-kamp konsentrasi itu adalah untuk menghilangkan orang-orang Uighur, kaum Muslim,” kata perempuan yang mengaku berat badannya turun hingga 20 kilogram setelah berada di kamp itu.

November lalu, perempuan minoritas Uighur Mihrigul Tursun juga mengungkapkan penyiksaan dan pelecehan yang dialaminya selama berada di salah satu kamp milik pemerintahan Cina di Xinjiang. “Saya pikir saya lebih baik mati daripada menjalani penyiksaan ini dan memohon mereka untuk membunuh saya,” kata Tursun, dikutip dari AP News.

PBB memperkirakan ada sekitar satu juta etnis minoritas Muslim Uighur ditahan di Xinjiang. Pemerintah cina mengatakan kamp-kamp tersebut merupakan pusat pelatihan bahasa dan kamp pendidikan untuk para ekstrimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *