Khutbah Jum’at : menuju kejayaan umat

Menelisik sebab-sebab kesalahan umat

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيِّأتِ أعمالنا
مَن يهده الله فلامُضِلَّ لَه وَمن يُضْلِلْهُ فَلَاهَادِيَ لَه
أشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده و رسوله
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين
أما بعد. فياعباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله

JAMA’AH YANG KAMI HORMATI …..

Pertama marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah Ta’ala, atas ni’mat-ni’mat-Nya, shalawat dan salam mudah-mudahan senantiasa tercurah kepada Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasalam.

Selanjutnya marilah kita meninggakatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya demi mengharap ridha dan Jannah-Nya, serta menjauhi segenap dosa dan ma’syiat karena takut terhadap ancaman dan siksaan-Nya.

JAMA’AH YANG KAMI HORMATI …..

Kalau kita menyimak kondisi kaum muslimin secara umum dewasa ini. Kita akan menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan, baik dalam kondisi mayoritas terlebih saat kondisi minoritas. Mayoritas tertindas sementara dalam kondisi minoritas terlibas.

Hal ini pasti menimbulkan tanda tanya yang cukup besar, kenapa kaum muslimin bisa mengalami hal yang semacam ini..???

JAMA’AH YANG KAMI HORMATI

Ada beberapa sebab sebagai jawaban : Kenapa kaum muslimin mengalami kondisi yang amat amat memprihatinkan tersebut..??? jawaban yang berdasar dan bersandar kepada kabar dari Allah Ta’ala dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, antaralain :

PERTAMA : TIPISNYA RASA TAQWA

Taqwa disebutkan dalam al-Qur’an merupakan sebab turunnya barakah dan kemuliaan dari Allah Ta’ala. sebagaimana firman Allah Ta’ala

“ Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi ….” { QS. al A’raaf : 96 }

Sebaliknya, berarti tidak adanya atau tipisnya taqwa menjadi sebab tidak turunnya keberkahan dan kemuliaan.

Untuk itu solusi mengembalikan kemuliaan Islam dan kaum muslimin adalah dengan memperkuat ketaqwaan kepada-Nya.

KEDUA : TERPEDAYA OLEH DUNIA

Faktor lain yang menyebabkan kondisi terpuruknya kaum muslimin adalah terpedaya dengan dunia dan keni’matan di dalamnya.

عن بن عمر رضي الله عنهما قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِذَا تَباَيَعْتُمْ بِاالْعِيْنَةِ, وَ أَخَذْتُمْ أَذْناَبَ الْبَقَرِ, وَ رَضِيْتُمْ بِا الزَّرْعِ, وَ تَرَكْتُمُ الْجِهاَد. سَلَّطَ الله عَلَيْكُمْ ذُلاًّ, لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِيْنِكُمْ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “ Apabila kalian telah jual beli dengan cara ‘inah, hanya mengikuti ekor- ekor sapi, rela dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad. Maka Allah menimpakan kalian kehinaan yang tidak akan diangkat-Nya, hingga kalian kembali kepada agama kalian..” { HR. Abu Dawud 3462, Ahmad II / 42, Abu Ya’la 5633, Abu Na’im I / 313, dishahihkan oleh Syaikh al_Albani dalam Shahiihul Jaami’ 675 }

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

يُوشِكُ الأُمَامُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا. فقال قائل : وَ مِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ..؟؟؟ قال : بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ, وَ لَكِنَّكُمْ غَثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ. وَ لْيَنْزَعَنَّ اللهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ, وَ لْيَقْذِفَنَّ اللهُ فِي قُلُوبِكُم الْوَهْنَ. فَقَال قَائِلٌ : يَا رَسُولَ اللهِ وَ مَا الْوَهْنُ..؟؟؟ قال :حُبُ الدُّنْيَا وَ كَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“ Hampir saja para umat {yang kafir dan sesat} mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam satu piring.” Kemudian seorang penanya bertanya : “ Apakah jumlah kami pada waktu itu sedikit..???” Beliau menjawab : “ Bahkah jumlah kalian pada waktu itu banyak, tetapi kalian bagaikan sampah yang dibawa air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh-musuh kalian dan akan menimpakan pada hati-hati kalian penyakit wahn.” Seorang penanya bertanya : “ Wahai Rasulullah, apakah itu penyakit wahn..???” Beliau menjawab : cinta dunia dan takut mati.” { HR. Abu Dawud no. 4297, Ahmad V / 278, dishahihkan oleh syaikh al_Albani, disebutkan dalam ‘Aunul Ma’bud }

KETIGA : AKRAB DENGAN RIBA

Riba adalah system perniagaan yahudi yang menghancurkan kehidupan manusia dan mengundang kesengsaraan manusia.

عن عبد الرحمن بن عبد الله ابن مسعود عن أبيه رضي الله عنه قال: إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَ الرِّباَ فِي قَرْيَةٍ أَذِنَ اللهُ بِهَلاَكِهَا

Dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud dari Bapaknya radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “ Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum, kecuali telah mereka halalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka.” { HR. Ahmad I / 393, Abu Dawud 3333, at_Tirmidzi 1206, Ibnu Majah 2277, Abu Ya’la 4960 }

Solusinya adalah kembali kepada Islam dalam berniaga, tidak mengadopsi sistem kuffar yang akan menyebabkan kerusakan menyebar.

KEEMPAT : RUSAKNYA BERUKHUWAH

Faktor lain yang menyebabkan kondisi terpuruknya kaum muslimin adalah banyaknya terjadi permusuhan, pertikaian dan saling menghujat antar kaum muslimin, atau rusaknya ukhuwah.

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : Rabb-ku telah berfirman :

يَا مُحَمَّدُ. إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لاَ يُرَدُّ, وَ إِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أنْ لاَ أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ بِعَامَّةٍ, وَ أَنْ لاَ أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوَّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ, فَيَسْتَبِيْحَ بَيْضَتَهُمْ وَلَوِجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا, حَتَّى يَكُونُ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا, وَ يَسْبِي بَغْضُهُمْ بَعْضًا.

“ Hai Muhammad, Sesungguhnya bila Aku telah menetapkan sesuatu, maka ketetapan-Ku itu tidak akan berubah lagi. Dan sesungguhnya Aku memberikan kepadamu untuk umatmu : Bahwa aku tidak akan membinasakan mereka dengan paceklik yang berkepanjangan, dan Aku tidak akan menjadikan musuh-musuh menguasainya yang msns musuh-musuh tersebut akan merampas seluruh, sekalipun seluruh manusia yang ada di dunia berkumpul ingin menghadapi mereka {umatmu}, sampai sebagian mereka {kaum muslimin} menghancurkan sebagian yang lain, dan sampai terjadi saling cela dan hina diantara mereka.” { HR. Muslim no.2669, disebutkan oleh syaikh Abdurrahman bin Nashir as’Sa’dy dalam kitab al-Qaulu as-Sadid hal.173, Daar al-Qabas }

KELIMA : FITNAH TA’ASHUB

Ta’ashub adalah sikap fanatik terhadap seseorang, atau golongan atau kelompok tertentu yang tidak sesuai dengan syariat. Sikap inilah yang bisa menghancurkan kehidupan kaum muslimin. Untuk itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras perbuatan ta’ashub tersebut :

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ

“ Bukan termasuk golongan kami orang yang mengajak kepada ashabiyah, bukan termasuk golongan kami orang yang berperang karena ashabiyahdan bukan termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah.” { HR. Abu Dawud }

Dalam hadits yang lain, beliau bersabda :

مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

“ Barangsiapa terbunuh karena membela bendera kefanatikan yang menyeru kepada fanatik atau mendukungnya, maka matinya seperti mati jahiliyah.” { HR. Muslim}

Maka solusinya adalah berpegang teguh kepada agama Allah, serta menjadikan Allah dan syari’at Allah sebagai acuan untuk dekat, menjauh, berteman atau membela seseorang atau kelompok.

JAMA’AH YANG KAMI HORMATI…..

Demikianlah beberapa perkara yang bisa menjadikan hancurnya manusia. Mudah-mudahan kita bisa menhindarkannya.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

JAMA’AH YANG KAMI HORMATI…

Pada khutbah yang kedua ini khatib mengajak jama’ah sekalian untuk memperhatikan perkara-perkara yang bisa menghancurkan kaum muslimin, untuk selannjutnya berdo’a kepada Allah Ta’ala agar kita dimampukan untuk menghindarkan diri dari hal-hal di atas.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التُّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *