Kultum Ramadhan (Kurma) Bersih Diri Sebelum Menghias Diri

Bersih Diri Sebelum Menghias Diri

Sembari memantaskan diri untuk memasuki Ramadhan, hal yang sangat penting dilakukan untuk menyambut Ramadhan adalah dengan bertaubat. At-Takhalli qabla at-Tahalli, kosongkan sebelum mengisi. Bersih diri sebelum menghias diri.

Layakkah kita berhias dan memakai parfum sementara badan masih belepotan kotoran dan bau?

Bersihkan hati dari kotoran dan noda dosa, agar ketika masuk Ramadhan bisa terhiasi dengan keutamaan dan ketaatan.

Bisa jadi selama satu tahun berjalan hati banyak kotoran dan kegelapan disebabkan dosa dan maksiat. Baik dosa yang dilakukan hati, lisan, tangan. Yang berhubungan dengan Allah maupun sesama insan. Itu semua menyebabkan gelapnya hati.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallaam,
“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya.

Itulah yang diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”(HR Tirmidzi)

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lambat laun akan berangsur mati.”

Maka bayangkanlah seperti apa kiranya warna hatimu selama sebelas bulan berjalan. Jika satu hari melakukan sepuluh dosa saja misalnya, berapa noda hitam yang mencoreng hati kita dan menjadikannya gelap.

Selayaknya kita bersih diri dari segala macam dosa dan maksiat. Karena dosa menjadi sebab terhalangnya seseorang dari ketaatan, terlebih lagi di bulan Ramadhan. Seseorang pernah datang kepada Hasan al-Bashri rahimahullah, “Wahai Abu Sa’id, semalam saya sudah berwudhi sebelum tidur dan bersiap-siap untuk bangun shalat malam, akan tetapi ternyata aku tertidur. Apa kitanya penyebabnya?” Beliau menjawab, “dosa-dosa telah membelenggu dirimu, *karena dosa ada penghalang setiap kebaikan.” []*

(Ust. Abu Umar Abdilllah)

Untuk Kultum Hari Ke-2 Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *