Kultum Ramadhan (Kurma) Puasa adalah Perisai

Puasa adalah Perisai

Assalamualaikum.Wr.Wb

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฐูู‘ูŠ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ุดูŽุงู‡ูุฏู‹ุงูˆูŽู…ูุจูŽุงุดูุฑู‹ุงูˆูŽู†ูŽุฐููŠู’ุฑู‹ุงูˆู‘ูŽุฏูŽุงุนููŠู‹ุงุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‡ู ุจูุฅู ุฐู’ู†ูู‡ู ูˆูŽุณูุฑูŽุง ุฌู‹ุงู…ูู†ููŠู’ุฑู‹ุงุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู„ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏู ูƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ููƒูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏู ู†ูŽุงู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏููˆู‘ูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุงู„ููˆู’ุงุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง.ุฃูŽู…ูŽุงุจูŽุนู’ุฏู

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus Rasul-Nya untuk menjadi saksi, pemberi kabar gembira, dan pemberi peringatan serta dan untuk penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada hamba dan utusan-Mu Muhammad SAW, keluarga serta sahabatnya yang memperoleh kebaikan.

Rosululloh bersabda:

ู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌูู†ู‘ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

โ€œPuasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.โ€ (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Analisa hadist diatas, kurang-lebih artinya saat seseorang menjalankan ibadah puasa. Secara otomatis maka akan senantiasa menjaga diri dari kemaksiatan dan perilaku yang tidak dibenarkan oleh Islam. Otomatisasi yang terjadi merupakan keistimewaan puasa bagi seorang mukmin. Puasa merupakan aktivitas yang sangat individual yang hampir tak seorangpun selain dirinya sendiri dan Allah SWT yang maha mengetahui yang menilai. Maka seseorang yang berpuasa hanya karena Allah SWT semata dan sesuai dengan syarโ€™i yang dituntunkan Rosululloh yang akan mampu melindungi diri dari hal-hal yang membatalkan puasa termasuk perilaku maksiat, dengan demikian puasa yang benar akan membuahkan perisai diri sehingga seseorang akan terhindar dari neraka.

Pelajaran dari hadits diatas adalah puasa merupakan bentuk latihan WASKAT (pengawasan melekat). Implikasi puasa diharapkan seseorang mampu menjaga aktivitasnya dijalan yang lurus tanpa pengawasan atasan, berbuat baik bukan karena pujian, serta hasil pekerjaan/aktivitas merupakan konsekuensi logis dari mutu pekerjaan yang dilakukan (Puasa itu untukku, maka aku yang akan memberi pahalanya).
Puasa sebagai Perisai di Dunia dan Akhirat
Yang dimaksud puasa sebagai (ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ) (perisai) adalah puasa akan menjadi pelindung yang akan melindungi bagi pelakunya di dunia dan juga di akhirat.
Adapun di dunia maka akan menjadi pelindung yang akan menghalanginya untuk mengikuti godaan syahwat yang terlarang di saat puasa. Oleh karena itu tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk membalas orang yang menganiaya dirinya dengan balasan serupa, sehingga jika ada yang mencela ataupun menghina dirinya maka hendaklah dia mengatakan, โ€œAku sedang berpuasa.โ€
Adapun di akhirat maka puasa menjadi perisai dari api neraka, yang akan melindungi dan menghalangi dirinya dari api neraka pada hari kiamat (Lihat Syarh Arbaโ€™in An-Nawawiyyah, Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin rahimahullah).
Puasa Merupakan Perisai dari Siksa Neraka
Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api neraka. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ุง ู…ู† ุนุจุฏ ูŠุตูˆู… ูŠูˆู…ุง ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุจุงุนุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจุฐุงู„ูƒ ูˆุฌู‡ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุงุฑ ุณุจุนูŠู† ุฎุฑูŠูุง

โ€œTidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musimโ€ (H.R. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda,

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ : ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ุฌูู†ูŽู‘ุฉูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌูู†ูู‘ ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠ ุจูู‡ู

โ€œRabb kita โ€˜azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnyaโ€ (H.R. Ahmad, shahih).
Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌูู†ู‘ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

โ€Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa nerakaโ€ (H.R. Ahmad, shahih).

Puasa Sebagai Perisai dari Berbuat Dosa

 

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan, โ€œPuasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูˆูŽุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุตูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ููุซู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุตู’ุฎูŽุจู’ ููŽุฅูู†ู’ ุณูŽุงุจู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ููŠ ุงู…ู’ุฑูุคูŒ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

โ€œPuasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, โ€˜Aku sedang berpuasaโ€ (H.R. Bukhari dan Muslim).
Perisai (ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ) adalah yang melindungi seorang hamba, sebagaimana perisai yang digunakan untuk melindungi dari pukulan ketika perang. Maka demikian pula puasa akan menjaga pelakunya dari berbagai kemaksiatan di dunia, sebagaimana Allah berfirman,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwaโ€ (Al-Baqarah: 183).

Jika hamba mempunyai perisai yang melindunginya dari perbuatan maksiat maka dia akan memiliki perisai dari neraka di akhirat. Sedangkan bagi yang tidak memiliki perisai dari perbuatan maksiat di dunia maka dia tidak memiliki perisai dari api neraka di akhirat (Lihat Jaamiโ€™ul โ€˜Ulum wal Hikam).

Keutamaan Ini Mencakup Puasa Wajib dan Sunnah
Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan, โ€œMaksudnya puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka. Hal ini mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti puasa enam hari di Bulan Syawal, puasa senin-kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dzulhijjah, puasa โ€˜Arafah, dan puasa โ€˜Asyuraโ€ (Lihat Al-Minhatu Ar-Rabaniyyah fii Syarhi Al-Arbaโ€™in An-Nawawiyyah).
Inilah di antara keutamaan ibadah puasa, yang akan menjadi perisai yang melindungi seorang muslim di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnkan ibadah puasa dan meraih banyak pahala dan berbagai keutamaannya.
Wa shallallahu โ€˜alaa Nabiyyinaa Muhammad.
Wassalamuโ€™alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.