Kultum Ramadhan (Kurma) Senyum Dalam perbedaan

KULTUM ROMADHON
SENYUM DALAM PERBEDAAN

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

اْلحَمْدُ للهِ
اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ،

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Jama’ah sholat Isya’ dan Tarawih yang dirahmati Allah

Pada malam yang ke…
Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita semua agar bisa lebih banyak menambah amal Soleh disamping shaum Romadhan yang masih tetap kita laksanakan

Solawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita yaitu nabi besar Muhammad saw
Beserta keluarganya
Kearabatnya
Sahabatnya
Semoga
Pada hari kiamat nanti kita semua diberikan syafa’at oleh beliau
Aamiin
Allahhumma
Aamiin.

Bapak ibu saudara saudari adek adek yang dirahmati Allah
Sesunggunya perbedaan pendapat itu adalah hal yang lumrah.Saya akan menyapaikan sebuah
#Alkisah

Antara Guru dan Murid.
IMAM MALIK DAN IMAM SYAFI’I

#Imam_Malik ( guru Imam Syafii ) dalam majlis menyampaikan :
“Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan meberikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya.”

Sementara #Imam_Syafii ( sang murid berpendapat lain) :
“Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.”

Guru dan murid bersikukuh pada pendirian dan pendapatnya masing²…
Suatu saat tengah meninggalkan pondok, Imam Syafii melihat serombongan orang tengah memanen anggur. Diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafii memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa.

Imam Syafii girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. “Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki.” Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.

Bergegas dia menjumpai Imam Malik sang guru. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, dia bercerita. . Imam Syafii sedikit mengeraskan bagian kalimat “seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.”

Mendengar itu Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap pelan.
“Sehari ini aku memang tidak keluar pondok…hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur.
…Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur untukku. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”

Jamaah rahimakumullah
Dari kisah dìatas kita bisa mengambil hikmah.bahwa beda tidak harus berselisih atau berdebat yang tanpa manfaat.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan
Semoga kita semua yang ada disini dapat keutamaan Romadhon
Yaitu dapat predikat

TAQWA

Aamiin Allahhumma Aamiin

سُبْحَا نَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَّا اِلَّهَ اِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْ بُ إِلَيْك

Wasalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Untuk Kultum Hari Ke 6, Klik di sini

One thought on “Kultum Ramadhan (Kurma) Senyum Dalam perbedaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *