Makalah Keluarga Berencana Dan Kependudukan

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH

            Berbagai Negara saat ini sangat ramai dengan adanya program pemerintah berupa Keluarga Berencana atau yang sering kita kenal dengan KB,walaupun disisi lain banyak yang mendukung adanya program ini,tapi tidak menutup kemungkinan bila ada kontra mengenai program ini.

Negara Indonesia selain terkenal dengan negara kepuluanyang luas dan memiliki penduduk yang terbanyak dantermasuk kategori  Negara padat penduduk setelah China dan India,artinya  seiring berkembangnya zaman tentu Indonesia memiliki harapan yang besar untuk bisa menjadi Negara yang maju,namun sayang banyak kriteria yang belum terpenuhi salah satu diantaranya adalah memiliki kependudukan yang padat,maka dari itu besar harapan pemerintah dalam menangani kasus ini dengan diadakannya program KB,program ini juga berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan  dan kualitas rakyat,dengan mewujudkan keluarga yang kecil bahagia sejahtera.

Pergerakan KB ini juga upaya pemerintah untuk mengatur jarak kelahiran,menentukan jumlah anak keluarga ,dan menghindari kelahiran yang tidak diinginkan.

Dalam pandangan islam sendiri telah kita ketahui bahwasanya tujuan menikah adalah memiliki keluarga yang bisa menurunkan keturunan yang banyak dan menjadikan sholeh tentunya,sedikit ada pertentangan diantara program ini kalau disalahkan niatnya.

 

  1. RUMUSAN MASALAH
  2. Apa itu keluarga berencana?
  3. Bagaimana hukum mengikuti program ini?
  4. Apa saja alat kontrasepsi yang diperbolehkan?
  5. Bagaimana sikap keluarga muslim mengenai program ini ?

 

BAB II

  1. PEMBAHASAN

Keluarga berencana(KB) atau familly planning berarti pasangan suami istri telah mempunyai perencanaan yang kongrit mengenai kapan anak yang diharapkan lahirb agar setiap anaknya yang lahir dapat disambut dengan rasa gembira dan syukur. KB itu menitik beratkan pada perencanaan ,pengaturan,dan pertanggung jawaban orang terhadapanggota keluarganya.berbeda dengan istilah birth control yang artinya pembatasan kelahiran.Mengenai program ini  ada berbagai  macam alat kontrasepsi yang mendukungnya diantaranya dengan menggunakan pil KB ,kondom ,spiral dll.

Menurut madzhab syafi’i mengenai program ini,adalah bahwasanya hukum KB dibagi menjadi dua bagian :

  1. KB permanen (Membatasi keturunan)
  2. KB non permanen (Menertibkan keturunan)
  • KB Permanen

Membatasi keturunan dan mencegah adanya kehamilan untuk merealisasikan KB semacam ini maka pasien diharuskan menggunakan alat kontrasepsi yang permanen ,dimana kemampuan memiliki anak sirna dan keberhasilan menggunakan kontrasepsi permanen ini mendekati seratus persen,maka KB semacam ini hukumnya haram karna menentang sunnah rosulullah dalam hadist:

 

Berikut contoh alat kontrasepsi yang permanen diantaranya :

  1. Vasektomi(strelisasi pada pria dengan cara memotong atau mengikat saluran sperma).
  2. Tubektomi(strelisasi pada wanita dengan cara mengikat atau memotong saluran tuba fallopi).
  3. Implan tuba(penanaman dua logam kecil yang dimasukkan ke saluran tuba fallopimelalui vagina dengan bantuan kateter).

Dasar yang menjadikan haram penggunaan sterilisasi ini adalah :

  • Strelisasi bertentangan dengan tujuan pokok pernikahan yaitu perkawinan selain bertujuan mendapatkan kebahagiaan suami istri dalam hidupnya di dunia dan akhirat,juga untuk mendapatkan keturunan yang sah dan diharapkan menjadi anak yang shaleh sebagai penerus cita-citanya
  • Mengubah ciptaan Allah dengan cara memotong dan menghilangkan sebagian tubuh yang sehat dan berfungsi(saluran mani/telur)
  • Melihat aurat lain ketika operasi ini,prinsipnya islam melarang orang melihat aurat orang lain,walaupunjebis kelaminnya sama ,tetapi berbeda halnya ketika dalam keaadan terpaksa (darurat) yang mengharuskan dia untuk
  • KB Non permanen

Menertibkan keturunan atau menjaga jarak keterunan diperlukan untuk mengembalikkan kestabilan kesehaatan jasmani dan psikis seorangibu,menyempurnakan masa menyusui anak dan perkembangan anak,maka dalam halini pasein bisa menggunakan alat kontrasepsi  non permanen yang mana mengurangi resiko kehamilan walaupun tidak seratus persen tidak hamil tapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kehamilan karena sifatnya yang non permanen,demi terlaksanakannya program KB semacam ini maka pasien diharuskan mengikutoi jenis kontrasepsi yang reveisible yaitu metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efeklama didalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk memiliki anak lagi.KB semacam ini tidak dilarang hukumnyamakruh saja tapi masih dalam ruang lingkup jaiz (boleh).

Sedabkan saat ini banyak metodebaru yang lazim dilakukan sekarang dan belum pernah dilakukan zaman Rosulullah dan membutuhkan kajian yang mendalamdan melibatkan ahli medis dalam menentukan kebolehan dan keharamannya ,saat ini penundaan hamil bisa menggunakan dengan:

  • Suntik
  • Pil kb
  • Kondom,membuat sperma tertahan didalam kondom sehingga sperma tidak membuahi sel telur

praktek ini dilihat jauh lebih ramah dan tidak menimbulkan bahaya yang teramat besar baik penggunannya ataupun orang lain.

  • Azl

Azl adalah mengeluarkan benih suami ketika puncak jima’ .maka dengan hal ini hukumnya makruh hokum ini dikeluarkan berdasarkan hadist Rosulullah yaitu:

العزل تحرّزا من الولد مكروه  وإن أذنت فيه المعزول عنها حرة كانت أوأمة لاأنّه طريق إلى قطع النّسل

adapun azl adalah makruh walaupun pihak wanita ,mginzinkan,baik sebagai wanita merdeka ,aupumn budak karna azl trsebut cara memutuskan keturunan”.

  • IUD(Intra Uterine Device)

Awalnya  alat ini berbentuk seperti cicin dari logam dan dikelilingi benang sutra ,karena banyak terjadi infeksi pada waktu itu maka metode ini ditinggalkan.kemudian seiring berjalannya waktu maka ada perubahan dalam komponennya dengan menggunakan  bahan plastik dan terus dikembangkan dan disempurnakan ,baik bentuk maupun bahannya,kegagalan menggunakan metode ini hanya 1,2 persen dan survey di malang empat persen , metode ini sangatlah efektif dan efek sampingnya juga tidak membahayakan ,akan tetapi banyak orang yang masih meragukan tentang kehalalannya karena banyaknya pendapat dari ahli  medis nasional dan internasional sehingga menimbulkan banyak fatwa mengenai status metode ini,dan metode ini masih menjalani proses penyelidikan,baru-baru ini penyempurnaan IUD dengan memasang magnet elektronimk,menurut para cendikiawan muslim di Indonesia mengenai IUD ,musyawarah Ulama Terbatas mengenai KB dipandang dari segi hukum syari’at islam.

pada tanggal 26 -29 juni 1972 memutuskan bahwanya “pemakaian IUD dan sejenisnya  tidak dapat dibenarkan selama masih ada obat-obat dan alat-alat lain,karena untuk pemasangan dan pengontrolannya harus dilakukan dengan melihat aurat besar wanita ,yang mana diharamkan syari’at islam,kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa(darurat)”.[1]IUD di pasang di dalam uterus(rahim) wanita ,pemasangan ini bisa menyebabakan terjadi pendarahan diluar siklus menstruasi.dan mengingat penggunaan ini menyebabkan secara tidak langsung pengguguran terus menerus  sehingga penggunaan IUD masih diperdebatkan  di kalangan ulama dan para medis mengenai kehalalannya sehingga alat ini tergolong syubhat ,sebab alat ini masih dipersoalkan apakah ini termasuk contraceptive atau abortive?,dan hukum ini akan terus berubah mengikuti pola kerja IUD yang kemungkinan bisa dilakukan fase perbaikan dan kesempurnaan. wallahu a’lam,

Program keluarga berencana bisa dilakukan tanpa menggunakan alat bantu dengan:

  • Memperpanjang masa menyusi
  • Tidak melakukan hubungan intim pada waktu masa subur wanita
  • Mengeluarkan sperma di luar tubuh (azl)

 

BAB III

  1. KESIMPULAN
    1. Keluarga berencana atau familly planning berarti pasangan suami istri telah mempunyai perencanaan yang kongrit mengenai kapan anak yang diharapkan lahirb agar setiap anaknya yang lahir dapat disambut dengan rasa gembira dan syukur.
    2. Dalam Al qur’an dan dan hadist,yang merupakan sumber pokok hokum islam dan pedoman hidup umat islam ,tidak ada nash yang sharih yang melarang atauoun memerintahkan ber-KB secara kongret’karena itu hokum KB harus dikembalikan kepada kaedah hukum islam yang menyatakan:

الأصل في الأشياء و الأفعال الإباحة حتّى يدلّ الدليل على على تحريمها

“Pada dasarnya segala sesuatu/perbuatan itu boleh,kecuali ada dalil yang menunjukan keharamannya”.

selain berpegang dengan kaidah hukum islam tersebut diatas ,kita juga bisa memberikan indikasi,bahwa pada dasarnya islam membolehkan untuk berKB,akan tetapi hokum KB itu bisa berubah dari mubah menjadisunnah,,makruh ,bahkan haram,sesuai dengan kondisi individu muslim dan mandhorat yang ditimbulkan dari penggunaan alat KB tersebut.

3.Seperti yang kita bahas bahwasanya alat KB itu diperbolehkan asal dalam penggunaan alat tersebut tidak mengubah ciptaan Allah,tidak diniatkan untuk membatasi keturunansecara permanen.

4.Sikap keluarga muslim mengenai program ini apabila keluarga muslim melaksanakan KB dengan motivasi yang bersifat pribadi seperti berKB untuk memberikan jarak disetiap kehamilan atau kelahiran dan untuk menjaga kesehatan dan kestabilan badan si ibu maka ini boleh dilakukan.akan tetapi jika motivasi mengikutii program ini hanya untuk  kesejahteraan keluarga dan punya motivasi kolektifdannasional seperti untuk kesejahteraan masyarakat dan Negara maka hukumnya bisa sunnah atau wajib tergantung keadaaan masyarakat missalnya mengenai kepundudukan nya,apakah sudah benar-benar overload (terlalu padat penduduk) atau wilayah yang bersangkutan itu tidak mampu mendukung kebutuhan hidup penduduknya secara normal,dan apbila suatu keluarga mengikuti KB  karena tidak menghendaki kehamilan istri padahal tidak memiliki kelainan maka ini hal hukumnya makruh dan bisa jadi haram apbila mengikuti program ini dengan cara yang yang bertentangan dengan norma agama.wollahu a’lam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Zuhdi,Masjfuk.Masail Fiqhiyah, Jakarta :Toko Gunung Agung,1996

Abu Zakariya Yahya Al-Nawawi,al-Minhaju syarh al – shahih Muslim bin al –Hajjaj,jld.X(Baireut: Dar ihya al- Turats al-arabi-1392 H),hal 09

Kasdi ,Abdurrohman.2011.Masail Fiqhiyah Kajian Fiqih atas masalah-masalah Kontemporer.Kudus: Nora Media Enterprise

Nata,Abuddin.2003.Masail Al-fiqhiyah.Jakarta: Preneda Media

[1] Vide H .Isngadi,Penjelasan Keputusan Musyawarah Ulama Terbatas mengenai Keluarga Berencana,Malang, Inspirasi Penerangan Kandepag,1973,hal 19-24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *