Penting! Ibu Hamil Harus Bahagia

PSIKOLOGI JANIN

@yulindaashari

Dosen saya pernah bercerita, bahwa ada kliennya seorang laki-laki dewasa yang sukses, datang dan mengatakan bahwa ia sangat membenci ibunya, padahal ia mengakui bahwa ibunya amat sangat baik. Ia bingung mengapa perasaan benci luar biasa itu ada tanpa sebab. Setelah digali lebih dalam, usut punya usut ternyata dulu ibunya sempat ingin menggugurkan kandungannya. Akhirnya sang ibu meminta maaf pada anaknya ini.

Pernah juga teman saya bercerita, bahwa anak kedua dari saudaranya sangat sulit diatur dan agresif destruktif, berbeda dengan kakaknya yang sangat penurut. Usut punya usut pula, saat dalam kandungan ibunya sedang menghadapi masalah yang cukup berat, hingga cenderung depresi dan tidak peduli pada kehamilannya, lain dengan kehamilan pertama yang sangat dijaga & disayanginya sepenuh hati.

Dalam sebuah penelitian terhadap ibu hamil yang merokok, ibu diminta untuk berhenti merokok selama satu minggu, saat itu janin terdeteksi sangat tenang di dalam kandungan. Saat sang ibu mulai kembali merokok, janin menunjukkan gerakan-gerakan seolah gelisah dan tidak menyetujui perilaku merokok ibunya.

Dalam penelitian lain, ibu hamil yang mengalami depresi cenderung melahirkan anak yang mudah depresi pula. Sungguh, kondisi psikologis ibu hamil, akan sangat berdampak pula pada psikologis janin, terbawa sampai ia lahir bahkan hingga dewasa.

Saat kami mengatakan bahwa ibu hamil itu “wajib” bahagia, sungguh itu bukanlah sebuah candaan. Ibu hamil, memang perlu dijaga perasaannya, disenangkan hatinya, dipenuhi kebutuhannya. Bahkan, Bunda Maryam ra. saja, seperti dalam kajian ust. Budi Ashari, “dihibur” langsung oleh Allah agar tidak bersedih dengan kehamilannya:

“Maka makan, minum, dan bersenang hatilah engkau….”(QS. Maryam ayat 26)

Secara medis, tentu ibu hamil memproduksi hormon-hormon “negatif” saat ia stres, marah, iri, dengki, dsb. Hormon-hormon ini juga akan mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan. Betapa banyak gangguan psikologis abnormal yang ternyata bermula saat berada di rahim ibunya.

Maka ibu, bergembiralah, tenanglah, mendekatlah pada Allah ketika sedang mengandung. Sepenting itu memang bagi ibu hamil untuk menjaga psikologisnya. Jikapun ada masalah, lebih baik menjauhi sumber masalah tersebut selama kehamilan untuk bisa menenangkan diri. Semoga rahim kita menjadi tempat ternyaman untuk bertumbuhnya seorang hamba Allah yang kelak akan terlahir sebagai khalifah di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *