Perumpamaan Nabi dan Umatnya

Perumpamaan Nabi dan Umatnya

ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต: ุงูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู…ูŽุซูŽู„ูู‰ ูˆูŽ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงูู…ูŽู‘ุชูู‰ ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุฑูŽุฌูู„ู ุงุณู’ุชูŽูˆู’ู‚ูŽุฏูŽ ู†ูŽุงุฑู‹ุง. ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽุชู ุงู„ุฏูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจูู‘ ูˆูŽ ุงู’ู„ููŽุฑูŽุงุดู ูŠูŽู‚ูŽุนู’ู†ูŽ ูููŠู’ู‡ู. ููŽุงูŽู†ูŽุง ุงูŽุฎูุฐูŒ ุจูุญูุฌูŽุฒููƒูู…ู’ ูˆูŽ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽู‚ูŽุญูŽู‘ู…ููˆู’ู†ูŽ ูููŠู’ู‡ู. ู…ุณู„ู…

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah Sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan ummatku, adalah seperti orang yang menyalakan api. Lalu serangga dan kupu-kupu datang dan masuk ke dalam api tersebut. Aku adalah orang yang menahan kalian dari belakang, tetapi kalian nekad masuk padanya”.[HR. Muslim juz 4, hal. 1789]Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Nabi shalallahu alaihi wa salam berkendak memberikan perumpamaan beliau dengan umatnya. Seperti orang yang menyalakan api lalu serangga dan kupu-kupu ingin masuk ke dalam api itu.

2- Dan ini merupakan kebiasaan hewan-hewan itu, bila ada api dinyalakan diatas tanah datang dan ingin masuk kedalamnya.

3- Maka tatkala ada yang ingin mencegahnya masuk ke dalam api tapi mereka enggan tidak memperdulikannya.

4- Itulah  sabda Nabi, sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan umatku.

5- Hadits ini menunjukkan, bagaimana keinginan yang kuat Nabi shalallahu alaihi wa salam menjaga umatnya untuk tidak masuk kedalam neraka. Tapi umatnya kadang masih saja enggan dan berpaling.

6- Maka sudah seharusnya bagi umat hendaknya selalu berusaha menyelamatkan dirinya dengan menjaga sunah-sunahnya, dengan mentha’atinya. Karena dengan sunahnya, nabi ingin memberikan petunjuk akan kebaikan dan menjaga dari Keburukan dunia dan akhiratnya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur’an:

– Nabi shalallahu alaihi wa salam sangat menginginkan umatnya beroleh hidayah dan menghantarยญkan manfaat dunia dan akhirat.

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ุฑูŽุณููˆู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู†ูุชู‘ูู…ู’ ุญูŽุฑููŠุตูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฑูŽุกููˆููŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ ุŒููŽุฅูู†ู’ ุชูŽูˆูŽู„ู‘ูŽูˆู’ุง ููŽู‚ูู„ู’ ุญูŽุณู’ุจููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู

Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keamanan dan keselamatan)bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka Berpaling (dari keimanan) maka katakanlah โ€œCukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung.” [At Taubah :128-129]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.