profil nabi saleh alaihissalam dan kaum tsamud

81 / 100

MENGENAL NABI SALEH DAN KAUM TSAMUD

sejarah nabi saleh alaihissalam

 

PROFIL SINGKAT NABI SALEH ALAIHISSALAM

Namanya Saleh bin Ubaid bin ‘Ashif bin Masih bin ‘Abid bin Hazir bin Samud bin Amir bin Irim bin Syam bin Nuh. Saleh merupakan anak tertua dan memiliki dua orang adik yang bernama Aanar dan Ashkol. Nama Saleh kemungkinan besar berasal dari sejarah Petra Se’lah yang berarti “batu” dalam bahasa Ibrani, yang lain meyakini bahwa namanya berasal dari bahasa Arab, salih yang berarti “orang baik”.

Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 2100 SM. Dia telah diberikan mukjizat yaitu seekor unta betina yang dikeluarkan dari celah batu dengan izin Allah yakni bagi menunjukkan kebesaran Allah kepada kaum Tsamud. Malangnya kaum Tsamud masih mengingkari ajaran Shaleh, mereka membunuh unta betina tersebut. Akhirnya kaum Tsamud dibalas dengan azab yang amat dahsyat yaitu dengan satu tempikan dari Malaikat Jibril yang menyebabkan tubuh mereka hancur berat.

Kaum Tsamūd (bahasa Arab: ثمود) adalah suku kuno Arabia yang diperkirakan hidup sekitar millenium pertama Sebelum Masehi dan dekat dengan waktu kenabian Muhammad. Mereka diperkirakan berasal dari wilayah Arabia selatan yang kemudian pindah menuju utara. Mereka kemudian menetap di Gunung Athlab, Madain Shaleh. Sejumlah besar kaum Tsamud merupakan pengukir dan pemahat bukit yang baik. Ukiran dan pahatan mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab dan hampir seluruh Arab bagian tengah.

Kata Tsamud diambil dari salah seorang yang bernama lengkap Tsamud bin Amid bin Iram, namanya dinisbatkan sebagai pendiri klan sebuah kaum (suku bangsa). Nama lain dari Tsamud adalah Ashab Al-Hijr (Penduduk Al-Hijr). Sejarawan Yunani Strabo serta beberapa penulis lainnya menyebutnya sebagai “Hegra”.

KEISTIMEWAAN NEGERI TSAMUD DAN LETAKNYA SEKARANG

Dalam Al-Qur’an Tsamud disebut sebanyak 26 kali baik dalam bentuk kata yang berdiri sendiri maupun untuk menunjukkan kaum. Tsamud merupakan sekelompok kaum di mana nabi Shaleh berasal dan diutus oleh Allah untuk kaum tersebut. Al-Qur’an menggambarkan Kaum Tsamud adalah kaum berkuasa setelah kaum ʿĀd yang mahir dan rajin dalam memahat bukit untuk dijadikan tempat tinggal. Selain itu, Tsamud juga digambarkan sebagai kota yang aman, yang terdapat sumber mata air dan banyak perkebunan, dan juga pepohonan seperti kurma.

BEGINI KAUM TSAMUD DIAZAB

Allah Yang Maha Melindungi telah mengirim batu-batu yang memporak-porandakan terlebih dulu kepada orang-orang yang hendak membunuh Nabi Shalih sebelum nanti adzab tersebut akan terkena pada kaum Tsamud secara keseluruhan. Nabi Shalih mengkhabarkan kepada kaum Tsamud bahwa esok hari, wajah mereka akan berubah menjadi kuning, kemudian esoknya lagi akan menjadi kemerah-merahan, kemudian esoknya lagi akan menghitam, dan barulah adzab yang mereka nanti-nantikan akan tiba. Tentu saja, kaum Tsamud mengolok-olok peringatan Nabi Shalih ini karena mereka memang kaum yang ingkar.

Hari Kamis, pagi hari, wajah-wajah mereka berubah menjadi kuning sebagaimana peringatan Nabi Shalih. Ketika hari beranjak sore mereka berkata, “Hari yang dijanjikan telah berlalu sehari.” Hari kedua yaitu hari Jum’at, wajah-wajah mereka berubah menjadi kemerah-merahan. Ketika hari beranjak sore mereka berseru, “Hari yang dijanjikan telah berlalu dua hari.” Tibalah hari ketiga, hari Sabtu, wajah-wajah mereka berubah menjadi hitam. Ketika hari beranjak sore mereka bersorak, “Hari-hari yang telah dijanjikan sudah berlalu.” Akhirnya, tibalah hari yang mereka nanti-nantikan, hari Ahad, hari jatuhnya adzab.

Kaum Tsamud duduk di rumah-rumah mereka dan beraktivitas seperti biasa sembari menunggu adzab yang dijanjikan oleh Nabi Shalih. Ketika matahari terbit, tiba-tiba dan tak disangka-sangka, datanglah suara keras maha dahsyat lagi maha membinasakan dari arah langit disertai petir dan kilat yang menyambar-nyambar kemudian goncangan yang maha hebat dari bawah tanah mereka, ruh-ruh meninggalkan jasadnya, jiwa-jiwa binasa, tidak ada gerak-gerik manusia, sekonyong-konyong suasana menjadi sunyi senyap dan terjadilah adzab yang tiba-tiba tersebut.

NASIB KAUM TSAMUD SEKARANG

Kini, kaum Tsamud hanya berupa bangkai-bangkai tak bernyawa dan di kota itu tak ada lagi tanda-tanda kehidupan. Diriwayatkan bahwa tidak tersisa seorangpun kecuali seorang wanita tua bernama Kalbah binti As-Salq berjuluk Az-Zari’ah. Dia adalah wanita tua yang sangat kafir dan sangat memusuhi Nabi Shalih dan para pengikutnya. Ketika melihat adzab datang, ia berlari terbirit-birit menuju sebuah perkampungan Arab untuk memberitahu mereka akan apa yang ia lihat. Dia meminta minum tetapi kemudian dia mati setelah meminum minuman tersebut. Allah Ta’ala berfirman :

Maka tatkala datang adzab Kami, Kami selamatkan Shalih beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. [QS Huud : 66-68]

Allah Ta’ala juga berfirman : Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. [QS Al-A’raaf : 78]

Nabi Shalih dan para pengikutnya telah keluar dari kota tersebut sebelum adzab datang. Beliau berkata : “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat.” [QS Al-A’raaf : 79]

Beliau telah berusaha memberi nasihat dan amanat Tuhannya dengan kefasihan berbicara, dengan hujjah dan bukti-bukti yang jelas, termasuk bukti Unta betina yang akhirnya mereka sembelih, namun kaumnya lebih memilih adzab ketimbang rahmat dan ampunan Allah Ta’ala. Hanya kepada Allah-lah kita memohon keselamatan dan perlindungan dari adzab dan siksaNya yang keras.

Sumber : Bidayah Wan Nihayah, Ibn Kathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *