Psikologi Pertumbuhan dan Perkembangan

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi.Para ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhkan perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya (Van den Berg,1986;Mushow,1962).Namun perhatian psikologi perkembangan itu terfokus terhadap perkembangan manusia sebagai person,dan masyarakat sebagai tempat berkembang person tersebut.

Perkembangan sendiri menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali.dalam pertumbuhan sendiri sebagian ahli psikologi ada yang tidak membedakkan antara perkembangan dan pertumbuhan, bahkan ada yang lebih mengutamakan pertumbuhan.hal ini mungkin untuk menunjukkan bahwasanya orang yang berkembang tadi bertambah kemampuannya dalam berbagi hal,maka dalam hal ini pertumbuhan hanya dimaksudkan untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni.Menurut banyak ahli psikologi istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat yang khas mengenai gejala psikologis yang muncul.

  1. Rumusan Masalah

Penulis dalam makalah ini telah merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
  2. Apa saja perbadaan antara pertumbuhan dan perkembangan?
  3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
  4. Tujuan
  5. Untuk mengetahui pengertian pertumbuhan dan perkembangan.
  6. Untuk mengetahui perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan.
  7. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan .

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Kehidupan manusia dihubungkan dalam dua proses yang terus menerus dan berkelanjutan, kedua proses itu ialah pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini saling bergantung satu dengan lainnya.

Menurut baharudin dalam bukunya “Pendidikan & Psikologi Perkembangan “ menjelaskan bahwa pertumbuhan ialah perubahan secara fisiologisdari hasil proses kematangan fungsi-fungsi jasmani sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Pertumbuhan dapat diartikan sedagai proses berubahnya keadaan jasmaniah (fisik) yang turun temurun dalam bentuk proses aktif yang berkesinambungan.[1]

Istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk perubahan-perubahan yangbbersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan struktur seperti pertumbuhan badan, pertumbuhan kaki, kepala, jantung, paru-paru dan sebagainya.[2]

Perkembangan berarti “perubahan secara kualitatif”. Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan tiap senti pada tinggi badan seseorang atau kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, perkembangan adalah perihal berkembang, mekar, terbuka membentang, menjadi besar, luas, banyak dan sebagainya. Kata berkembang tidak saja meliputi aspek yang bersifat abstrak dalam hal kualitas, seperti pikiran dan pengetahuan, namun juga bersifat konkret yang menunjukan perkembangan positif. Perkembangan menurut istilah adalah development, yang merupakan rangkaian yang bersifat progresif dan teratur dari fungsi jasmaniah dan ruhaniah sebagai akibat pengaruh kerjasama antara kematangan (maturation) dan pelajaran (learning).[3]

  1. Perbedaan Antara Pertumbuhan Dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupaka dua proses yang terjadi dan akan dialami oleh semua makhluk hidup. Keduanya memeiliki pengertian yang berbeda tetapi saling berkaitan satu sama lain. Pertumbuhan (Growth) sendiri sebenarnya merupakan sebuah istilah yang lazim digunakan dalam biologi, sehinnga pengertiannya lebih biologis. Pertumbuhan merupakan satu pertambahan atau kenaikan dalammukuran dari bagian-bagian tubuh atau dari organisme sebagai suatu keseluruhan. Dengan demikian tidak tepat jika kita mengatakan pertumbuhan ingatan, pertumbuhan berpikir, pertumbuhan kecerdasan dan sebagainya karena itu semua merupakan perubahan fungsi rohaniah, demikian juga tidak tepat kaiau dikatakan pertumbuhan kemampuan berjalan atau pertumbuhan menulis karena semuanya itu merupakan perkembangan fungsi jasmaniah. Pertumbuhan fisik bersifat meningkat, menetap, dan kemudian mengalami kemunduran sejalan dengan bertambahnya usia. Ini berarti bahwa pertumbuhan fisik ada puncaknya. Sesudah suatu masa tertentu, fisik mulai mengalami kemunduran dan berakhir pada keruntuhan di hari tua, dimana kekuatan dan kesehatannya berkurang pancaindra menjadi lemah atau lumpuh sama sekali.[4]

Sedangkan perkembangan menunjuk pada suatu arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang. Perkembangan menghasilkan bentuk-bentuk dan ciri-ciri kemampuan baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sederhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan itu bergerak secara berangsur-angsur tetapi pasti, melalui suatu bentuk/tahap ke bentuk/tahap berikutnya, yangkian hari kian bertambah maju, mulai dari masa pembuahan dan berakhir dngan kematian.

Dengan demikian istilah “pertumbuhan” lebih cenderung meunjuk pada kemajuan fisik atau petumbuhan tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun menuju pada keruntuhannya. Sedangkan istilah “perkembangan” lebih menunjuk pada kemajuan mental atau perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir hayat. Perkembangan rohani tidak terhambat walaupun keadaan jasmani sudah sampai pada puncak pertumbuhannya.[5]

  1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan.

Sejak- awal tahun 1980-an semakin diakuinya pengaruh keturunan (genetik) terhadap perbedaan individu. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung, pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan. Perilaku yang kompleks yang menarik minat para ahli psikologi (misalnya temperamen, kecerdasan dan kepribadian) mendapat pengaruh yang sama kuatnya baik dari faktor-faktor lingkungan maupun keturunan (genetik).

Aspek apa sajakah yang mempengaruhi faktor genetik? Menurut Santrok (1992), banyak aspek yang dipengaruhi Faktor genetik. Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek-yang paling banyak ditelaah yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.

  1. Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan manusia merupkan perubahan fisik menjadi lebih besar dan lebih panjang, dan prosesnya terjadi sejak manusia belum lahir hingga ia dewasa. masa sebelum lahir merupakan pertumuhan dan perkembangan manusia yang sangat komleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan saraf yang membentuk sistem yang lengkap.

Pertumbuhan fisik manusia setelah lair merupakan kelanjutan pertumbuhan sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. selama tahun pertama dalam pertumbuhannya, ukuran panjang badannya akan bertambah sekitar sepertiga  dari panjang badan semula dan berat badannya akan bertambah menjadi sekitar tiga kalinya. Sejak lahir hingga dengan umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan manusia, dari pertumbuhan yang kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia  samapi dengan proporsi yang ideal dimasa dewasa.

Pertumbuhan fisik, baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi prilaku anak sehari-hari. Secara langsung pertumbuhan fisik seorang anak akan menentukan keterampilan anak dalam bergerak. Secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fungsi fisik akan memepengaruhi bagaimana anak itu memandang dirinya sendiri dan bagaimana ia memandang orang lain.

  1. Kecerdasan (Intelek)

Kecerdasan atau daya pikir berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Pertumbuhan saraf yang telah matang akan diikuti oleh fungsinya dengan baik, dan oleh karena itu seorang manusia akan juga mengalami perkembangan kemampuan berpikirnya. Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwal kecerdasan itu diwariskan (diturunkan). Ia juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minim dalam kecerdasan.

Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan kecerdasan ini ditunjukkan pada prilakunya, yaitu tindakan menolak dan memilih sesuatu. Tindakan itu telah mendapatkan proses pertimbangan atau lebih dikenal dengan proses analisis, evaluasi, sampai dengan kemanpuan menarik kesimpulan dan keputusan. Ketika seseorang bisa melakukan peramalan atau perediksi, perencanaan dan berbagai kemampuan analisis dan sintesis, hal ini dikenal dengan perkembangan kognitif.

  1. Temperamen (Emosi)

Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, banyak hal yang dibutuhkannya. kebutuhan setiap orag dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan-kebutuhan itu ada yang primer yang harus segera dipenuhi kebutuhannya dan kebutuhan sekunder yang  pemenuhannya dapat ditundakan. Jika kebutuhan primer tidak segera dipenuhi maka seseorang akan merasa kecewa dan sebaliknya.

Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik individu dalam merespons. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian.

Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan atau prilaku fisik, seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras, atau tingkah laku yang lainnya. Begitu pula sebaliknya seseorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan sebagainya.

  1. Sosial

Sejalan dengnan pertumbuhan badannya, bayi yang telah menjadi anak dan seterusnya dan menjadi dewasa akan mengenal lingkungan yang luas dan mengenal banyak manusia. Perkenalan dengan oranbg lain dimulai dengan mengenal ibunya, kemudian mengenal ayahnya dan saudara-saudaranya dan akhirnya mengenal manusia diluar keluarganya. Selanjutnya manusia yang dikenalnya semakin banyak dan amat heterogen, namunp pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik pada teman sebayanya. Anak membentuk kelompok sebanya sebagai dunianya, memahami dunia anak, dan kemudian dunia pergaulan yang lebih luas. Akhirnya manusia mengenal kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan social. Dalam perkembangannya setiap manusia pada akhirnya mengetahui bahwa manusia itu saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi.

  1. Bahasa

Fungsi bahasa adalah untuk komunikasi. Setiap orang senantiasa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya, dengan orang-orang disekitarnya. Pengertian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan tanda, gerak dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Bicara adalah bahasa suara, bahasa lisan.

  1. Bakat Khusus

Bakat merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Di dalam definisi bakat yang dikemukakan Guilford (Sumadi; 1984), bakat mencakup tiga dimensi  yaitu: dimensi perceptual, dimensi psikomotor dan dimensi intelektual.

Seseorang yang emilki bakat akan lebih cepat dapat diamati, sebab kemampuan yang dimiliki  akan berkembang dengan pesat dan menonjol. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu seperti dalam bidang seni, olah raga ataupun keterampilan.

  1. Sikap, Nilai dan Moral

Bloom (Woolfolk dan Nicolich, 1984: 390) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar kelompok menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaaan pengetahuan (kognitif), penguasaaan nilai dan sikap (afektif) dan penguasaan psikomorik.

Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikis manusia, manusia mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan hal-hal yang tidak boleh, yang harus dilakukan  dan yang dilarang. Menurut Piaget, pada awal pengenalan nilai dan prilaku seta tindakan iti masih bersifat “paksaan”. Akan tetspi sejalan dengan perkembangan inteleknya berangsur-angsur manusia mulai berbagai ketentuan yang berlaku di dalam keluarga dan  semakin lama semakin luas sampai dengan ketentuan  yang berlaku di dalam masyarakat dan Negara.

  1. Interaksi keturunan dan lingkungan dalam perkembangan

Keturunan dnn lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan, temperamen tinggi dan berat badan, minat yang khas.[6]

Persoalan mengenai faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, dirumuskan oleh para ahli dengan jawaban yang bermacam-macam. Pendapat yang bermacam-macam itu pada pokoknya dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu para ahli yang mengikuti aliran  nativisme, empirisme dan konvergensi.

  1. Nativisme

Para ahli yang mengikuti aliran nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Natus berarti “lahir”,perkembangan individu semata-mata tergantung dari pembawaannya. Menurut teori ini, pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Pandangan seperti ini disebut dengan “pesimisme paedagogies”. Dikatakan bahwa aliran ini pesimistis karena tanpa membutuhkan peran pendidikan. Konsep nativisme tidak dapat menjadi aliran, karena pengaruh lingkungan dan pendidikan dianggap tidak ada. Kenyataan menunjukan adanya kesamaan atau kemiripan yang besar antara orang tua dan anak apakah benar-benar dasar yang dibawa sejak lahir. Menurut Burhanudin, teori ini tidak dapat dipertanggung jawabkan.

  1. Empirisme

Aliran ini bertentangan dengan aliran nativisme. Jika pengikut aliran nativisme berpendapat perkembangan itu semata-mata terdapat pada faktor dasar, maka pengikut aliran empirisme berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata berasal dari faktor lingkungan. Tokoh utama aliran ini adalah John Locke (1632-1704). Doktrin aliran empirisme terkenal dengan teori ”tabula rasa”. Doktrin tabula rasa ini menekankan pentingnya arti pengalaman, linkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung dari lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya. Aliran ini telah memunculkan “optimisme paedagogis”. Namun dalam realitasnya , banyak anak orang kaya atau orang pandai yang mengecewakan orang tuanya karena kurang berhasil dalam belajarnya, sekalipun mereka mereka dilengkapi dengan bermacam fasilitas beragam, dan begitupun sebaliknya. Aliran ini tidak tahan uji dan tidak dapat dipertahankan.

  1. Konvergensi

Aliran ini merupakan gabungan antara aliran empirisme dan aliran nativisme yang menggabungkan arti nereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tokoh utama konvergensi yang bernama Louis William Stern (1871-1938) menganggap bakat sebagai kemungkinan yang telah ada pada masing-masing individu dapat dikembangkan apabila ditunjang dengan pengeruh lingkungannya. Bakat yang sudah ada sebagai kemungkinan jika mendapat pengaruh lingkungan yang serasi, belum tentu dapat berkembang, kecuali bakat itu memang sudah matang. Dalam pendidikan, kematangan ataupun kondisi fisik akan memperoleh pengakuan sosial apabila individu yang bersangkutan mengusahakan social learning (belajar  berinteraksi dengan orang lain atau kelompok serta menyesuaikan diri dengan nilai-nilai serta minat-minat kelompok).

Kematangan dalam belajar melibatkan beberapa faktor bersama-sama yang membentuk rediness, yaitu:

  1. Perlengkapan dan pertumbuhan fisiologis, termasuk kelengkapan pribadi tubuh, alat-alat indra, dan kapasitas intelektual.
  2. Motivasi: menyangkut kebutuhan, minat, serta tujuan-tujuan individu untuk mempertahankan serta mengembangkan diri.

Kedua hal diatas merupakan potensi peserta didik yang memungkinkan dirinya bebeas memilih anatra mengikuti atau menolak sesuatu dari stimulus lingkungan tertentu yang hendak mengembangkan dirinya. Tinggi rendahnya mutu hasil perkembangan peserta didik terdiri dari dua faktor:

  1. Faktor intern, yaitu faktor yang ada dalam diri peserta didik yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis yang turut mengembangkan dirinya.
  2. Faktor ekstern, faktor yang kaitannya dengan hal-hal yang datang dari luar diri siswa baik lingkungan, pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya dalam berinteraksi dengan lingkungan.[7]

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam makalah ini dapat disimpulkan beberapa poin diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan ialah perubahan secara fisiologisdari hasil proses kematangan fungsi-fungsi jasmani sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Pertumbuhan dapat diartikan sedagai proses berubahnya keadaan jasmaniah (fisik) yang turun temurun dalam bentuk proses aktif yang berkesinambungan.Prinsip memberikan suasana kegembiraan.

Perkembangan menurut istilah adalah development, yang merupakan rangkaian yang bersifat progresif dan teratur dari fungsi jasmaniah dan ruhaniah sebagai akibat pengaruh kerjasama antara kematangan (maturation) dan pelajaran (learning).

  1. Perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan, yaitu:

Istilah “pertumbuhan” lebih cenderung meunjuk pada kemajuan fisik atau petumbuhan tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun menuju pada keruntuhannya. Sedangkan istilah “perkembangan” lebih menunjuk pada kemajuan mental atau perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir hayat. Perkembangan rohani tidak terhambat walaupun keadaan jasmani sudah sampai pada puncak pertumbuhannya.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan , diantaranya:
  2. Pertumbuhan Fisik
  3. Kecerdasan (Intelek)
  4. Temperamen (Emosi)
  5. Sosial
  6. Bahasa
  7. Bakat Khusus
  8. Sikap, Nilai dan Moral
  9. Interaksi keturunan dan lingkungan dalam perkembangan

Sedangkan menurut para ahli dapat digolongkan menjadi sebagai berikut:

  1. Aliran nativisme

Aliran nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.

  1. Aliran empirisme

Aliran empirisme berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata berasal dari faktor lingkungan.

  1. Aliran konvergensi

Aliran ini merupakan gabungan antara aliran empirisme dan aliran nativisme yang menggabungkan arti nereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia.

[1] Baharudin, Pendidikan & Psikologi Perkembangan, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2009, hal:66.

[2] Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2017, hal: 10.

[3] Baharuddin, Op. Cit., hal: 68-69.

[4] Desmita, Op. Cit., hal: 10-11

[5] Ibid., hal: 11

[6] https://www.academia.edu/27466421/Makalah_Pertumbuhan_dan_Perkembangan

[7] Baharuddin, Op. Cit., hal:71-74.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *