Riba yang Jarang Kita Tahu

Apa itu Riba?

https://aimihijrah.blogspot.com – Riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam islam, Riba dalam pengertian adalah penambahan sejumlah harta yang bersifat khusus, maksudnya adalah bukan transaksi akad jual  beli secara khusus, artinya dia bertambah tanpa ada sebab-sebab yang berhubungan dengan masalah hal-hal yang di bolehkan secara masalah agama, dan Riba di bagi menjadi 2, yaitu Riba Fadl dan Riba Nasi’ah.


1. Riba Fadl yaitu menjual suatu jenis barang yang di dalamnya di munginkan terjadi riba dengan barang sejenis dengan jumlah lebih banyak


Contoh menjual 1 Kuintal gandum dengan 1 1/4 kuintal gandum
– Jenis barangnya sama, yaitu sama-sama gandum
– Tapi jumlahnya berbeda, yaitu 1 kuintal dengan 1 1/4 Kuintal
– Sudah jelas ada tambahan dalam Jumlahnya


2. Riba Nasi’ah (kredit)
    A. Riba Jahiliyah
         Keharamannya sudah di jelaskan dalam surat Ali Imron; 130

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُواْ ٱلرِّبَوٰٓاْ أَضۡعَٰفٗا مُّضَٰعَفَةٗۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Ali Imron: 130)

Hakikat Riba Nasi’ah bahwa seseorang memiliki hutang kepada orang lain hingga batas waktu tertentu, lalu ketika jatuh tempo, orang itu berkata kepada: apakah kau akan membayarnya atau jika kau tidak membayarnya maka aku akan menaambahi hutangmu. Jika dia tidak membayar pada batas waktu yang sudah di tentukan, maka hutangnya akan di tambah, atau bisa juga ketika sesorang meminjamkan uang kepada orang lain dan diberikan batas waktu yang sudah ditentukan, lalu harus dibayar dengan jumlah yang lebih banyak, meskipun tidak di kasih batas waktu, misal minjamnya Rp. 100.000 tapi bayarnya Rp. 120.000.


Dalil tentang riba 

Kata Syaikh Abu Bakar rahimahulloh Bahwa Riba itu Haram dalilnya ada pada Al Baqoroh 275:

 

ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمۡرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِۖ وَمَنۡ عَادَ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

 

Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (Al Baqoroh: 275)

 

Pada ayat tersebut menjelasskan bahwa, jual beli di bolehkan dan riba di haramkan.
Contoh: Ada si A yang ingin beli motor dengan harga 15jt, tpi dia tidak punya uang, akhirnya dia minta tolong ke temannya si B, kemudian temannya si B membeli motor tersebut dengan harga 15jt, lalu si B ini itu menjual kepada si A dengan Harga 16jt, boleh di bayar nyicil, dan meskipun nanti bayarnya melebihi batas waktu, tidak ada tambahan dalam membayarnya, ini di bolehkan, karena memang niatnya si B membeli barang, dan menjual ke si A, ini akadnya adalah jual beli, meskipun membeli motornya 15jt, dan menjual ke si A 16jt.

Tertinggi dosa dalam zina, adalah zina dengan Mahrom, 

Terendahnya dosa Riba, itu selevelny dengan Tertingginya dosa zina

Tertingginya dosa Riba, itu selevel dengan Mencoreng kehormatan seorang muslim (Gosip, ambil hartanya seorang muslim, menghina seorang muslim, mengghibah, merusak namanya, memfitnah, membongkar-bongkar aibnya) ini selevel dengan tertingginya dosa riba

Semoga Suadaraku Yang Membaca Artikel ini, Terhindar dari Riba dan Alla melindungi kita semua.

Jika Bermanfaat Silahkan Bantu Share ke teman yg lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.