Sirah Nabawiyah bagian 1 Mengenal asal usul Nabi Muhammad dan Bangsa Arab

82 / 100

Sirah Nabawiyah : Mengenal Nabi Muhammad dan Bangsa Arab

  • Sirah Nabi Muhammad

Sirah Nabawiyah (Mengenal Asal Usul Nabi Muhammad dan Bangsa Arab) merupakan salah satu ilmu yang sangat penting karena berkaitan dengan jalan hidup Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Sebagai seorang mukmin pasti menginginkan untuk mengikuti bagaimana cara Nabi Muhammad melakukan berbagai hal. Baik dari segi ibadah maupun muamalah. Orang yang berhasil menguasai ilmu Sirah Nabawiyah ini insya Allah dapat dipastikan dia akan mempunyai akhlak yang sempurna. Karena Rasulullah tidak diutus dimuka bumi melainkan untuk menyempurnakan akhlak manusia seutuhnya.

Semenjak beliau belum lahir keadaan kota makkah sangat amburadul. Kemudian bagaimana masa kecil hingga Rasulullah dewasa. Banyak sekali hikmah yang dapat kita petik.

Banyak sekali ilmu mulai dari sistem perdagangan, politik, budaya, pendidikan peternakan, Pertanian dan lasin sebagainya. Bahkan sampai pada militer hingga kesehatan pun ada dalam perjalanan hidup Baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa sallam.

Sebelum kita melihat lebih jauh ada baiknya kita lihat terlebih dahulu silsilah keturunan terbentangnya Mata Rantai Kenabian dari Adam Alaihi Salam hingga Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam

Silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW : Sirah Nabawiyah

Ibnu Hisyam berkata: Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Adapun nama asli dari Abdul Muthalib adalah Syaibah bin Hasyim. Nama asli Hasyim adalah ‘Amr bin Abdu Manaf. Nama Abdu Manaf adalah Al-Mughirah bin Qushay. Sedangkan nama Qushay adalah Zayd bin Kilab bin Murrah bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malin bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah.

Sedangkan nama asli Mudrikah adalah Amir bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Udd disebutkan pula nama Udd adalah Udad bin Muqawwim bin Nahura bin Nayrah bin Ya’rub bin Yasyhub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim -Khalilul Rahman- bin Tarih yang tak lain adalah Azar bin Nahura bin Sarugha bin Falakh bin Aybar bin Syalakh bin Irfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamka bin Mutawasylikha bin Akhnukha -dia adalah Nabi Idris sebagaimana perkiraan mereka- Wallahu a’lam.

Dia adalah orang pertama yang mendapat karunia kenabian, orang pertama yang menulis dengan pena -bin Yarid bin Muhlayili bin Qaynan bin Yanisya bin Syiyts bin Adam.
Ibnu Hisyam berkata: Ziyad bin Abdu- lah al-Bakkai telah meriwayatkan dari Muhammad bin Ishaq al-Muthalibi uraian nasab Rasulullah Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Alihi wa Sallam hingga Adam ‘Alaihis salam sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Ter¬masuk uraian tentang Idris dan lainnya.

Ibnu Hisyam berkata: Khallad bin Qurah bin Khalid As-Sadusi telah meriwayatkan kepada saya dari Syaiban bin Zuhair bin Syaqiq bin Tsaur bin Qatadah bin Du’amah bahwa sesungguhnya dia berkata:
Ismail adalah anak Ibrahim Khalilur Rahman bin Tarih yang tak lain adalah Azar bin Nahura bin Asragha bin Arghuwa bin Falakh bin Abir bin Syalakh bin Irfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamka bin Matusyalakh bin Akhnukha bin Yarid bin Mihlaila bin Qayina bin Yanisya bin Syiyts bin Adam.

Ibnu Hisyam berkata: Saya Insya Allah akan memulai buku ini dengan menyebutkan Ismail bin Ibrahim dan anak-anak keturunannya yang darinya lahir Rasulullah Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Alihi wa Sallam secara berurutan dari Ismail hingga Rasulullah Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Alihi wa Sallam dan apa yang menjadi pembicaraan di kalangan mereka dengan meninggalkan pembahasan tentang anak-anak Ismail yang lain dengan tujuan untuk mempersingkat pembahasan ini.

Kemudian dilanjutkan dengan menyebutkan sirah (biografi) Rasulullah Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Alihi wa Sallam dengan meninggalkan sebagian apa yang telah disebutkan oleh Ibnu Ishaq di mana Rasulullah tidak pernah mengatakannya dan tidak pula diturunkan dalam Al-Quran, juga tidak relevansinya dengan buku ini, tidak juga ada penafsiran tentangnya, tidak pula kesaksian penguat dalam masalah ini, karenanya saya sebutkan dengan ringkas.

Saya meninggalkan syair-syair yang dia sebutkan yang tidak pernah -menurutku- ada dari kalangan orang-orang berilmu yang mengetahuinya dan sebagian lainnya berisikan prasangka buruk pada sebagian manusia. Sebagian lainnya tidak diriwayatkan oleh al-Bakkai kepada kami melalui riwayatnya. Insya Allah saya akan mengutarakan secara lengkap hal-hal lain yang dapat dipercaya darinya dan diketahui.

Sumber : Ibnu Hisyam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *