Tingkatan Orang yang Mati Syahid

iqro3.blogspot.com 

 

Tingkatan Orang yang Mati Syahid

ุนู† ุฌุงุจุฑ ุจู† ุนุงุชู‚ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…:

ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนูŒ ุณููˆูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุชู’ู„ู ููู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุทู’ุนููˆู†ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุฑูู‚ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู ุฐูŽุงุชู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู’ุจู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุจู’ุทููˆู†ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ุญูŽุฑููŠู‚ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูŠูŽู…ููˆุชู ุชูŽุญู’ุชูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ู…ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุชูŽู…ููˆุชู ุจูุฌูู…ู’ุนู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ

Dari Jabir bin โ€˜Atik radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

โ€œOrang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah โ€˜azza wa jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan (dalam keadaan nifas atau dalam keadaan bayi masih dalam perutnya, pen.) adalah syahid.โ€ (HR. Abu Daud, no. 3111. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat keterangan โ€˜Aun Al-Maโ€™bud, 8: 275)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Ibnu Hajar menyebutkan yang dimaksud dengan syahid adalah malaikat menyaksikan bahwa mereka mati dalam keadaan husnul khatimah (akhir hidup yang baik). (Lihat Fath Al-Bari, 6: 43)

2- Imam Nawawi  menjelaskan bahwa syahid itu ada tiga macam: 

a- Syahid yang mati ketika berperang melawan kafir harbi (yang berhak untuk diperangi). Orang ini dihukumi syahid di dunia dan mendapat pahala di akhirat. 

Syahid seperti ini tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.

b- Syahid dalam hal pahala namun tidak disikapi dengan hukum syahid di dunia. Contoh syahid jenis ini ialah mati karena melahirkan, mati karena wabah penyakit, mati karena reruntuhan, dan mati karena membela hartanya dari rampasan, begitu pula penyebutan syahid lainnya yang disebutkan dalam hadits shahih. Mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di akhirat mendapatkan pahala syahid. Namun pahalanya tidak harus seperti syahid jenis pertama.

c- Orang yang khianat dalam harta ghanimah (harta rampasan perang), dalam dalil pun menafikan syahid pada dirinya ketika berperang melawan orang kafir. Namun hukumnya di dunia tetap dihukumi sebagai syahid, yaitu tidak dimandikan dan tidak dishalatkan. Sedangkan di akhirat, ia tidak mendapatkan pahala syahid yang sempurna.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Allah menceritakan perihal para syuhada, bahwa sekalipun mereka gugur terbunuh dalam kehidupan dunia ini, sesungguhnya arwah mereka tetap hidup diberi rezeki di alam yang kekal.

ูˆูŽู„ุง ุชูŽุญู’ุณูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‚ูุชูู„ููˆุง ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู‹ุง ุจูŽู„ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูŠูุฑู’ุฒูŽู‚ููˆู†ูŽ

Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. (Ali Imran: 169)

2- Dengan kata lain, barang siapa yang mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, serta meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah Swt. akan menempatkannya di dalam rumah kehormatan-Nya (yakni surga) dan menjadikannya berteman dengan para nabi, orang-orang yang kedudukannya di bawah mereka yaitu para siddiqin, lalu orang-orang yang mati syahid, dan semua kaum mukmin, yaitu mereka yang saleh lahir dan batinnya.

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ููŽุฃููˆู„ุฆููƒูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุฏู‘ููŠู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏุงุกู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ ูˆูŽุญูŽุณูู†ูŽ ุฃููˆู„ุฆููƒูŽ ุฑูŽูููŠู‚ุงู‹

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (An-Nisa: 69)

3- Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan bahwa Dia membeli dari hamba-hamba-Nya yang beriman, diri dan harta benda mereka yang telah mereka korbankan di jalan Allah dengan surga. Hal ini termasuk karunia dan kemurahan serta kebajikan-Nya kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah telah menerima apa yang telah dikorbankan oleh hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya, lalu menukarnya dengan pahala yang ada di sisi-Nya dari karunia-Nya. Al-Hasan Al-Basri dan Qatadah mengatakan, “Mereka yang berjihad di jalan Allah, demi Allah, telah berjual beli kepada Allah, lalu Allah memahalkan harganya.”

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุงุดู’ุชูŽุฑูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูŠูู‚ูŽุงุชูู„ููˆู†ูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽูŠูŽู‚ู’ุชูู„ููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠูู‚ู’ุชูŽู„ููˆู†ูŽ ูˆูŽุนู’ุฏู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุฑูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุฅู†ู’ุฌููŠู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูˆู’ููŽู‰ ุจูุนูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุงุณู’ุชูŽุจู’ุดูุฑููˆุง ุจูุจูŽูŠู’ุนููƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูŽุงูŠูŽุนู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ููŽูˆู’ุฒู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qurโ€™an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya(selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

[At-taubah :111].

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.